DUKUNG KOMODO DAN KEAJAIBAN DUNIA ADA DI NEGERI INI.
09 Nov 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in Komodo
Sungguh tulisan ini telah lama saya tuliskan sebagai apresiasi terhadap wacana di negeri ini, hingga kesempatan tulisan ini nangkring setidaknya di pinggiran dunia we.we.we(dunia dabelyu) dengan mendengar banyaknya kabar sana sini di berbagai media yang sebenarnya tidak begitu saya ikuti sungguh sangat mengecilkan hati bila harus seperti pencundang dan bagiku aku begitu cengeng di negeri ini… Selain itu pada kesempatan ini juga saya ucapkan banyak terimakasih bagi nasionalis Bpk. Jusuf Kalla…. “mengapa kita tidak lebih cepat lebih baik”??rec. ucapan beliau sangat mengobarkan persatuan kita…
Ketika mendengar semboyan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” tak asing lagi bagi kita sebagai masyarakat yang sebangsa dan setanah air merupakan bentuk dari nasionalisme yang dulu telah diwariskan melintasi banyak generasi kepada kita yang sepatutnya masih utuh dilestarikan. Hal ini sangatlah sejalan bila kita melihat dengan prihatin tentang KOMODO… Sudahkah kita bersatu dari sabang sampai marauke guna menjunjung tinggi harkat NKRI sebagai negara yang bermartabat dimata dunia? bukanlah hal mudah sebagai mahluk individu untuk menjawabnya bila ditanyaankan satu persatu dengan banyak pendapat berbeda…
Sungguh banyaklah hal yang membanggakan dari negeri ini telah terkesampikan, dan banyak cara guna menyukuri kemerdekan yang tidak cukup hanya dengan menengadah bendera dan menghaturkan hormad dalam barisan saat menyanyikan lagu kebangsaan, mengenang jasa pahlawan bangsa, dan acara demi acara kebahagian HUT RI yang kita peringanti sepanjang hayat…. banyak cara, dan banyak sektor yang masih bisa di jalani. kita mengingat bahwa negara kita memiliki kekayaan ragam budaya maupun bahasa. Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini masih bisa kita perkaya melalui pendidikan, pemerintahan bersih, kesejahtraan maupun perpariwisataan.
Sebagai contohnya dalam hal kecil saja, ketika menyaksikan siaran langsung MotoGP dari salah satu stasiun swasta ada tertulis “Satu Hati” adalah kalimat kecil yang ditulis pada salah satu motor seorang rider yang tidak menggunakan bahasa kita (Indonesia/melayu) dengan bangga melaju dengan motornya disaksikan oleh berjuta mata di berbagai belahan dunia. Secara sadar kita akan berbesar hati dalam kebanggaan dengan rasa takjub akan tulisan singkat tersebut, setidaknya dunia tahu bahwa tulisan itu menggunakan bahasa Indonesia dan orang indonesia masih ada tersebar di negeri mereka walaupun dalam jumlah yang sangat kecil. Dari pernyataan diatas lalu bagaimana dengan komodo??
Biawak besar atau kadal besar ini yang dikenal dengan Komodo dalam bahasa latinya adalah Varanus komodoensis merupakan hewan langka yang masih hidup dan habitatnya hanya di negara kita, dan mengapa masih dapat menilainya dengan meteri uang…..?? bila hanya masih kategori Milllliiaar.. janganlah heran bila masih ada negera tetangga yang membelinya dengan mudah…. seharusnya kita jangan kasih label harga, dan apalah artinya bila dibandingkan apa yang akan kita dapat dari apa yang kita lakukan “dari rakyat kepada rakyat dan untuk rakyat” kata itu seharusnya mendidik kita, bilamana ingin menulai padi yang melimpah makan tanamlah dengan bibit yang lebih baik… serta jangan lupa perawatannya pula….
Marilah saudaraku sebangsa dan setanah air… kita sejenak kembali bernostagia, tentang reok, keris, batik, lagu, dan bahkan pulau….
Sesungguhnya Multy budaya kita adalah aset yang tidak bernilai…. dalam hal ini apapun itu tidak akan bisa di beli dan pemiliknya hanya INDONESIA…
Akhir kata,setelah berbelit belit kata mari tunjukan pada dunia bahwa pemuda indonesia tidak hanya mampu mengangkat bambu runcing tetapi juga sudah mampu mengangkat handphonenya masing-masing untuk mengetik KOMODO dan mengirimnya ke 9818 dengan biaya murah gan cuman Rp.1,- /sms…
Jangan hanya bisa sms santet (sms penipuan) dan sms pacar z…. hayoooo…..
semua bisa jadi duta komodo…..
Thangk… By.Wandi Yosef

Godain Dong